Honda CBR Indonesia: Tips Cara Perawatan Ban Motor

Perawatan ban motor sangatlah penting dan wajib bagi para pengendara sepeda motor. Perawatan ban motor selain berguna untuk menjaga keselamatan si pengendara, juga berguna untuk menghemat anggaran biaya pengeluaran. Cara perawatan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

Langkah ke-satu periksa tekanan ban motor.
Tekanan udara ban sangat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor, usahakan untuk melakukan pengisian tekanan sesuai dengan anjuran yang ditetapkan.

Langkah ke-dua pasang ban yang sesuai ukuran.
Jangan pernah memakai ukuran ban yang berbeda dari ukuran velg. Karena selain mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor, juga dapat mengakibatkan cepat terjadinya kebocoran atau robeknya ban dalam maupun ban luar motor.

Langkah ke-tiga periksa kebocoran pentil.
Periksa kebocoran pada pentil, dengan cara lepaskanlah tutup pentil dan taruhlah air sabun di atas lubang pentil. Apabila air sabun membentuk gelembung udara, maka bisa dipastikan pentil tersebut bocor.

Keraskanlah pentil tersebut dengan menggunakan alat pengencang pentil yang ada di tutup pentil. Namun apabila masih bocor, pentil tersebut berarti rusak dan harus diganti dengan yang baru.

Langkah ke-empat periksa kebocoran ban.
Perhatikan apakah ban terkena paku atau benda-benda tajam lainnya. Jika tidak terlihat untuk memeriksanya coba lakukan seperti cara memeriksa kebocoran pentil.

Langkah ke-lima kondisi ban aus secara tidak normal.
Periksalah apakah tekanan ban sudah benar. Karena jika grip atau telapak telah aus, ban akan menjadi mudah tertusuk dan rusak. Tekanan ban harus disesuaikan dengan beban pada sepeda motor. Beban yang berlebihan pada sepeda motor, dapat meyebabkan cepatnya kerusakan dan aus pada ban motor.

Langkah ke-enam cermati kondisi perjalanan.
Sesuaikan ban dengan kondisi jalan yang dilewati, dan hindari jalan yang rusak atau berlubang. Selain itu kecepatan motor juga berpengaruh terhadap daya tahan dari ban motor. Periksa sisi luar dari ban, untuk menjaga keselamatan. Usahakan setiap 10.000 km keseimbangan dan kelurusan ban harus diperiksa. Terutama bagi motor yang sering digunakan dengan kecepatan tinggi.

Selain itu pula suhu dan cuaca juga dapat mempengaruhi awet atau tidaknya ban. Kondisi jalan yang panas menyebabkan usia ban bertambah lebih pendek dibandingkan musim hujan. Selain itu cara memulai jalan yang mendadak dan pengereman yang mendadak, juga berpengaruh besar pada daya tahan ban.

Jagalah keselamatan berkendara dan rawatlah motor anda sedini mungkin, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

Semoga bermanfaat...(www.namaotomotif.com)

One Response so far.

  1. HCI#90 says:

    tips tambahan :

    langkah 1 : selain tekanan yang dianjurkan, pertimbangkan juga beban kendaraan, jika pengendaranya over weight, ada baiknya tekanan ban ditambah dari standart anjuran pabrik, hehehehe

    langkah 2 : sesuai ukurang, pasti itu. contoh kalo ukuran pelek 17", jangan sekali2 pake Ban ukuran 18", selain kegedean, dijamin motor gak bisa jalan (kecuali mo nyobain naek motor tanpa tekanan angin) hiks. peace!!!

    langkah 3 : kalo pentilnya masih keluar angin secepatnya di ganti dengan yang baru, itu bocor alus. tapi kalo pentilnya keluar susu, gw kurang tau, tanya pak ketu.

    langkah 4 : kalo ban udah bocor harap segera ditambal, kalo tambalan ban udah banyak sebaiknya ganti ban, karena ban dengan tambalan yang banyak dapat berbahaya. dikhawatirkan meledak!!!

    langkah 5 : emang sie klo beban motor berlebiha dapat berpengarh banyak, selain ban yang cepet aus, kasian motornya. hehehehe,

    udah ach, takut lama-lama ngelantur...

    yang pasti pilih tipe ban yang sesuai dengan aktifitas bro2 semua dan juga sesuai dengan cuaca.

    misalnya :
    saat musim hujan, belilah ban tipe basah, ban tipe ini lebih safety saat aspal dalam keadaan basah karena grip ban dapat membelah air sehingga daya cengkram karet ban bisa lebih optimal di banding ban tipe lain.

    saat musim panas, baiknya pakai ban tipe kering, alur ban yang sedikit memungkinkan bidang karet ban yang menyentuh aspal lebih banyak sehingga mengurangi kemungkinan ban slip.

    biasanya ban tipe touring memiliki alur ban yang lebih banyak di banding ban tipe racing/sport. dan biasanya ban tipe touring lebih awet karena memiliki karet ban yang lebih keras dibanding tipe racing/ sport. tapi untuk daya cengkram ban tipe racing lebih oke. hal ini karena karet ban yang soft (mungkin)

    mudah2an bermanfaat

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar Brother disini. Keep Comment, Keep Solid and Keep Brotherhood Bikers Forever. Salam HCI

    Related Blog

    Related Blog