Honda CBR Indonesia: Meningkatkan Performa Motor Injeksi

Di jaman modern ini, hampir setiap keluaran motor terbaru menggunakan sistem injeksi. Hal ini tidak terlepas dari faktor semakin berkembangnya teknologi. Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor yang merupakan suatu metode pencampuran bahan bakar dengan udara pada kendaraan bermotor untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Injeksi membutuhkan perangkat bernama injector, yang bertugas menyuplai campuran bahan bakar dengan udara. Sementara itu, karburator masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder.


Banyak bikers yang mengalami kesulitan dalam meningkatkan performa motor injeksi yang salah satu penyebabnya karena minimnya pengetahuan . Memang ada beberapa kesamaan untuk meningkatkan performa motor injeksi dengan motor karburator, yaitu mengganti knalpot racing, kampas kopling racing, per kopling racing, ganti busi iridium, open filter. Atau kalo yang lebih ekstrim motor injeksi juga bisa di porting polish, bore up, stel sim klep, bahkan ganti piston. Namun ingat, ada beberapa part dari motor injeksi yang tidak terdapat pada motor karbu, yaitu injektor dan Electronic Control Unit (ECU). Berikut akan kita bahas poin-poin yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa motor injeksi terutama untuk motor sport seperti CBR 250r.

1. Mengganti injektor
Injektor tak ubahnya punya peran sebagai spuyer. Ya, buat bantu semburkan campuran udara dan bahan bakar ke intake dan ruang bakar. Tapi tentunya, injektor lebih canggih. Pada sistem injeksi, pencampuran bahan bakar dengan udara yang di lakukan oleh injektor atas perintah dari Electronic Contorl Unit (ECU) yang mempertimbangkan sinyal dari sensor-sensor yang menyebar di seluruh mesin dan knalpot. Beberapa injektor punya tipe yang sama untuk dipakai dibeberapa varian. Misalnya, di Honda PCX dan 150R. Keduanya memiliki jumlah lubang yang sama di injektornya. Yaitu, 6 lubang melingkar. Memang jumlah lubang yang diaplikasi sama antara PCX dan CBR 150R. Tetapi, yang membedakan volume injeksi, bukan hanya lubang. Tapi, needle valve juga menentukan debit bahan bakar yang disemprotkan oleh injektor. Mengganti injektor bertujuan untuk memperbesar semburan bensin sehingga performa motor meningkat.

2. Mengganti ECU
Electornic Control Unit (ECU) Merupakan Otak pengapian pada sepeda motor atau mobil dengan sistem pembakaran Injeksi.  Dimana ECU ini mengatur debit semburan BBM kedalam ruang bakar dengan menyesuaikan kondisi dari sensor-sensor yang terhubung dengan ECU. Modifikator motor injeksi dapat mengganti part ini dengan produk aftermarket yang beredar dipasaran atau lebih dikenal dengan ECU racing. Selain dapat mengatur bahan bakar, ECU racing dapat me-mapping RPM dan timing pengapian. Bahkan limiter RPM motor pun bisa ditambah lebih tinggi. Nah, dengan ECU racing ini tenaga dan percepatan mesin motor injeksi akan semakin mantap. kelebihan dari komponen ini adalah fitur-fitur yang lebih lengkap. Canggihnya lagi  ECU racing  punya data login sehingga ketika bisa meriset lebih cepat dan praktis dengan software dan menggunakan laptop. Biar lebih afdol, Perlu penyetelan diatas dyno terlebih dahulu dengan merubah setingan Air Fuel Ratio (AFR) dari standar pabrik. Misalnya dari 14:5 menjadi 13:5 biar lebih basah dan tarikan motor makin enak.

3. Memasang Piggy Back
Ada cara lain apabila sobat enggan mengganti ECU standarnya, yaitu memasang piggy back.
Piggy back  berfungsi untuk memanipulasi data di dalam ECU. Manupulasi yang dimaksud adalah merubah atau membohongi settingan standar ECU, misal Merubah settingan CO, AFR (Air Fuel Ratio), menambah limiter RPM, bahkan mengatur semprotan bahan bakar. Memasang piggy back cocok untuk penggunaan harian dan harganya lebih murah dari ECU. Cara setting piggy back pun juga bisa menggunakan software dan laptop. Untuk pemasangan piggyback pada sepeda motor tak serumit yang dibayangkan. Setiap produk dari piggyback biasanya sudah dibekali dengan kabel body yang setiap sensornya memiliki dua soket.Sebagai contoh saat memasang throttle position sensor atau TPS maka socket pada sepeda motor diepas kemudian pasanglah socket dari piggyback. Setelah itu pasang socket yang satunya ke kabel yang akan menuju ECU.


Itulah beberapa cara untuk meningkatkan performa motor injeksi. Memang cara tersebut memerlukan biaya yang cukup mahal. Misalnya ECU racing yang tersebar di pasaran ada yang seharga Rp. 7 juta. Sedangkan piggyback yang paling mahal yang pernah diketahui seharga Rp. 3,5 juta. Tapi hasil yang didapat cukup memuaskan. Tenaga motor bisa meningkat sekitar 20% .  Dari ketiga cara diatas, yang paling hemat adalah mengganti injektor. Selain dapat menambah suplai semprotan bahan bakar untuk meningkatkan tenaga motor, pernggantian injektor pun cukup praktis dan mudah, cukup plug n play.

Sekian tips dari kami, semoga bermanfaat

Honda CBR Indonesia (HCI)

Leave a Reply

Tinggalkan Komentar Brother disini. Keep Comment, Keep Solid and Keep Brotherhood Bikers Forever. Salam HCI

    Related Blog

    Related Blog